Kharisma Dalam Kepemimpinan, Bisakah Dipelajari?


(managementfile – Leadership) – Kharisma merupakan hal yang penting bagi seorang pemimpin. Sejumlah bukti yang kian meningkat mendukung nilai kharisma dalam kepemimpinan. Banyak diantara pemimpin-pemimpin yang kita kenal memiliki kharisma yang sangat kuat, seperti Martin Luther King, Margareth Thatcher, Mother Theresa, Barack Obama, dan pemimpin di negeri kita sendiri seperti Bung Karno, Ki Hajar Dewantoro Jenderal Sudirman, KH. Abdurrahman Wahid, Ali Sadikin.

Apa yang membedakan pemimpin-pemimpin kharismatik ini dibandingkan mereka yang kurang atau tidak memiliki kharisma? Menurut Stephen P. Robbins dalam bukunya The Truth About Managing People, Karakteristik umum para pemimpin kharismatik antara lain adalah keyakinan diri, visi yang kuat, kemampuan mengartikulasikan visi, dan kemauan untuk melakukan perubahan radikal. Dulu kita berpikir bahwa pemimpin kharismatik dilahirkan, akan tetapi bukti terakhir menyatakan sebaliknya…. perilaku kharismatik dapat dipelajari dan dilatih. Hal-hal yang perlu dilatih untuk membantu Anda menjadi seorang pemimpin yang berkharisma adalah sebagai berikut :

Proyeksikan kehadiran yang kuat, percaya diri dan dinamis.
Mungkin Anda pernah mendengar seseorang yang berbicara dengan suara yang ‘cempreng’ atau dengan nada yang nyaring, meninggi… tentu saja hal tersebut membuat kita malas untuk mendengarnya… padahal seorang pemimpin adalah seorang yang banyak ‘didengar’ oleh orang lain. Untuk itu, perlu memiliki nada suara yang menawan dan menarik hati. Selain itu, ketika berbicara atau melakukan presentasi, peliharalah kontak mata langsung dan jaga postur tubuh Anda sedemikian sehingga tubuh Anda mengatakan bahwa Anda yakin pada diri Anda sendiri. Berbicara dengan jelas, jangan gugup, dan hindari kata-kata yang tidak perlu, misalnya : “emmm” dan “apa….apa..”

Ciptakan Visi yang kuat untuk masa depan
Tentukan cara-cara yang tidak konvensional untuk mencapai visi tersebut. Komunikasikan visi itu kepada yang lain, bagaimana cara untuk mencapai tujuan. Perlu diingat bahwa berhasil itu bukan hanya sekedar memiliki visi, tapi kemampuan untuk mendorong yang lain ikut serta di dalamnya.

Komunikasikan ekspektasi kinerja yang tinggi
Perlu suatu keyakinan pada kemampuan orang lain untuk memenuhi ekspektasi-ekspektasi ini. Nyatakan sasaran yang ambisius bagi individu dan kelompok dan tunjukkan keyakinan Anda bahwa sasaran-sasaran tersebut dapat dicapai.

Seseorang dapat menjadi kharismatik dengan mengikuti proses tiga langkah :
Pertama, Anda perlu mengembangkan kharisma dengan memelihara pandangan yang optimistik, menggunakan semangat dan gairah sebagai katalis untuk membangkitkan antusiasme dan mengkomunikasikannya melalui seluruh tubuh Anda, bukan hanya melalui kata-kata.
Kedua, Anda harus menarik yang lain dengan menciptakan suatu ikatan yang mengilhami orang lain untuk mengikuti.
Ketiga, Anda perlu mengeluarkan potensi yang dimiliki oleh pengikut dengan membuka jalan masuk ke dalam emosi mereka.

Pendekatan ini tampaknya berhasil sebagaimana dibuktikan oleh keberhasilan yang dicapai oleh para peneliti dengan menyediakan naskah bagi para mahsiswa untuk memainkan peran kasirmatik. Para mahasiswa diajarkan untuk mengartikulasikan sasaran yang jauh, mengkomunikasikan ekspektasi kinerja yang tinggi, menunjukan keyakinan pada kemampuan bawahan untuk memenuhi ekspektasi tersebut dan berempati pada kebutuhan bawahan mereka. Mereka juga memperagakan keberadaan yang kuat, penuh keyakinan diri dan dinamis serta menggunakan nada suara dan intonasi yang menawan dan menarik hati, memelihara kontak mata langsung dan menjaga postur yang rileks dan wajah yang ekspresif.

Para peneliti menemukan bahwa para mahasiswa ini dapat mempelajari bagaimana memproyeksikan kharisma. Lebih jauh lagi, bawahan dari para pemimpin ini mempunyai kinerja tugas, penyesuaian tugas dan penyesuaian yang tinggi kepada pemimpin dan kepada tim daripada yang dilakukan oleh bawahan yang bekerja di bawah kelompok-kelompok yang dipimpin oleh pemimpin yang tidak memiliki kharisma.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa meskipun sebagian orang jelas mempunyai gaya intuitif yang menciptakan kharisma, Anda dapat melatih diri untuk menunjukkan perilaku kharismatik. Jika Anda lakukan secara konsisten, maka orang akan mempersepsikan Anda sebagai seorang pemimpin yang kharismatik.

~ by venansiusorlando on March 22, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: